Tsundere's Rule
Seorang gadis remaja berjalan dengan langkah gontai dan tergesa-gesa.Keringat mulai membasahi wajahnya karena terik matahari di siang itu sangat menyengat,terlihat rambutnya yang tak di sisir rapi,juga matanya yang sembab akibat tangisannya semalam.
“siang,neng chacha?” sapa seorang ibu pedagang es buah
“siang!” balas chacha dengan nada datar
Ibu itu merasa sangat heran atas sikap chacha tadi,karena tak biasanya chacha bersikap begitu,sebelumnya chacha dikenal sebagai gadis periang,ramah,dan baik hati.tanpa menghiraukan ibu itu chacha telah jauh berjalan meninggalkan ibu itu dan menyusuri jalan untuk sampai ke rumahnya. Tapi ada yang menghentikan langkahnya. Seorang anak laki-laki bersepeda yang tak lain adalah ferry.
“Hai,nona manis!kok jalan kaki?sendirian lagi,kemana nich sepedanya? Goda ferry sambil cengengesan
(chacha hanya terdiam)
“Woi,bisa denger nggak sich?”,orang nanya juga! Bentak ferry
Chacha pun terbangun dari lamunannya
“Berisik…..!” jawabnya dengan nada datar
“Dasar anak aneh!” balas ferry
“Udah deh minggir,aku lagi males berurusan sama orang kaya kamu!” balas chacha sambil meneruskan langkahnya.
Tanpa menghiraukan ferry lagi chacha pun pergi dan akhirnya tiba di rumahnya. Chacha menekan bel dan terlihatlah seorang security membukakan pintu gerbang.
“Siang…non,ibu dan bapak sudah menunggu di dalam” sapa security itu
Chacha tak menjawab apa-apa. Dia langsung berjalan melewati taman yang luas untuk sampai ke depan pintu rumah yang besar dan megah dengan cat berwarna putih yang membuatnya tampil elegant.chacha menekan bel,lalu muncul lah seseorang yang membukakan pintu untuknya,
“Assalamualaikum!” terdengar ucapan salam dari bibir chacha
“Wa’alaikumsalam wr,wb!” balas Mbo Ijah salah satu pembantunya itu
Lalu chacha pun masuk melangkah ke dalam rumah.tapi,ketika dia menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.kedua orang tuanya yang sudah siap di meja makan untuk makan siang pun menyapanya.
“Tumben anak mama ke sekolahnya nggak pake sepeda?” sapa ibu Sylvia yang tak lain adalah ibunda chacha
Chacha hanya diam membisu seperti patung
“Cha,kalo mama nanya tuh di jawab donk,kamu kenapa sich?akhir-akhir ini sikap kamu aneh banget?” tambah pak peter ayah chacha yg bingung dengan tingkah laku anaknya
Akhirnya chacha pun mengeluarkan suara
“apa peduli kalian sama aku?kalian gak pernah ada di rumah kan!kalian juga gak pernah tau bagaimana keadaanku,apa yang aku alami pun kalian gak pernah tau kan?” balas chacha dengan lantangnya
“Cha, kamu apa-apaan sich?papa dan mama gak pernah mengajari kamu untuk berbicara tidak sopan kepada orang tua!dan bukankah selama ini kamu baik-baik saja?kami selama ini berusaha untuk memenuhi semua kebutuhanmu,kami ini orang tua kamu nak,tentu saja kami peduli sama kamu!” balas pak peter yg berusaha menahan amarahnya
Chacha belum menjawab pertanyaan ayahnya itu
“Sayang kamu kenapa,nak?kenapa mata kamu sembab begitu?apa yg terjadi?biasanya kamu tak pernah bicara sekasar itu pada kami.” Tambah ibu Sylvia yg terlihat cemas
“udahlah,ini bukan urusan kalian!lagi pula kemana aja kalian selama ini?kemana………..?!di saat aku butuh perhatian dan kasih sayang kalian kemana?chacha gak butuh materi,chacha Cuma ingin merasakan kehangatan keluarga ini!” balas chacha kesal
Lalu chacha pun berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya tanpa memperdulikan perkataan ayah dan ibunya itu.chacha pun masuk kedalam kamarnya,lalu mengunci pintu dan menjatuhkan diri di tempat tidur,tak terasa air matanya pun menetes di pipinya.
Tak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk oleh ibu Sylvia yg mengajaknya untuk turun dan makan bersama.karena sejak 3 tahun yang lalu mereka tak pernah berkumpul dan makan siang bersama.padahal chacha adalah anak semata wayang mereka.mereka sibuk bekerja mencari uang untuk chacha,tapi yang chacha inginkan hanyalah kasih sayang.
“Cha,turun yu,nak?kita makan bareng!mama kangen pengen makan bareng sama papa dan chacha!” bujuk Ibu Sylvia
“Mama pergi aja!chacha gak laper!chacha mau sendiri,chacha mau istirahat!mama sama papa pergi aja ke kantor masing-masing!” teriak chacha dengan suara tersedu-sedu
“Cha…….!” Panggil ibu Sylvia
“Pergiiiiiii…………!!!” teriak chacha dari dalam kamarnya
Akhirnya Ibu Sylvia menyerah dan turun kembali untuk menuju ke ruang makan menemui suaminya.Ibu Sylvia pun duduk di kursi makannya sambil meneguk segelas air putih,karena kerongkongannya terasa kering.
“Bagaimana,mah?” Tanya pak Peter
Ibu Sylvia hanya menggeleng tanpa berkata apa-apa
“Sebenarnya ada apa dengan anak kita,mah?” Tanya pak peter lagi
“Entahlah,pah!mama juga bingung!” balas ibu Sylvia
Tak lama kemudian Mbok Yum datang membawakan buah-buahan
“Permisi Nyonya,Tuan!ini cuci mulutnya!” sapa Mbok Yum
“Makasih ya,Yum!” balas tuan dan nyonya peter
Ketika Mbok Yum akan kembali ke dapur tiba-tiba ibu Sylvia memanggilnya
“Ech,Yum tunggu dulu!saya mau nanya sebenarnya chacha kenapa sich?” Tanya Ibu Sylvia
“Emh……………..anu Nyonya…………!” Yum tak meneruskan pembicaraannya
“Anu apa Yum?Bicara saja tak usah sungkan!” jawab Pak Peter
“Sebenarnya saya juga tidak tahu tapi semalam saya mendengar non chacha nangis di kamarnya!” jawab Yum dengan terbata-bata
“Lalu……………?” sergah ibu Sylvia dengan penuh rasa heran
“Yum juga tidak tahu,tiba-tiba saja non chacha sikapnya jadi judes gitu tadi pagi!” jawab Mbok Yum
“Kalau nyonya dan tuan ingin tahu,Tanya saja pada non Pepey temannya non chacha yang sering main kesini!” sambung Bi Ratri pembantunya yang masih cukup muda
“Kamu tahu nomor telponnya?” Tanya pak peter
“Oh,jelas ada tuan.non Pepey kan ngasih kartu namanya sama Ratri!” jawab Bi Ratri dengan bangganya
Lalu Bi Ratri memberikan nomor telpon Pepey kepada tuan Peter dan nyonya sylvi panggilan akrab Ibu Sylvia.Kemudian pak peter mencoba menghubunginya.Beralih dari rumah chacha sekarang terdengar bunyi handphone di kamar Veina yang akrab di panggil Pepey itu dan Veina pun mengangkat telponnya karena itu nomor telpon rumah chacha
“Hallo,cha!baik-baik aja kan?” Tanya Veina
“Hallo,assalamualaikum,bisa bicara dengan pepey?” balas tuan Peter
Veina tercengang mendengar suara di handphone nya itu
“Waalaikumsalam.wr.wb,ya…ini dengan saya sendiri!ini dengan siapa ya?” Tanya Veina yang merasa heran
“Ini dengan ayahnya chacha!” jawab telpon di seberang
“Oh,Om!maaf ya,Om Veina kira,Om itu chacha!” balas Veina dengan nada bersalah dan penuh rasa hormat
“Gak papa Pey!Om Cuma mau nanya,sebenarnya apa yang terjadi sama chacha?” Tanya Pak Peter
“Ini,Om chacha sedih karena harus kehilangan seorang sahabatnya yang paling chacha sayangi,kemarin!kemarin Zaskia meninggal dunia akibat kecelakaan,Om!dan chacha sangat terpukul sekali,terlebih lagi karena chacha merasa kehilangan untuk ketiga kalinya,Om! Jawab Veina
“Ketiga kalinya?” Pak Peter tercengang
“Iya,Om!karena chacha berfikir dia sudah kehilangan om dan tante karna om dan tante tidak pernah ada di rumah,walau satu jam saja untuk menemani chacha,dan sekarang chacha kehilangan Zaskia,Om!” Veina memperjelas perkataannya
“Oh,ya sudah pey,makasih ya atas kejujuran kamu sama Om!makasih,pey!assalamualaikum!” Pak Peter menutup pembicaraan
“sama-sama,waalaikumsalam” balas Veina sambil mematikan Hpnya
Setelah selesai menelpon pak Peter pun memberitahukannya pada Istrinya lalu mereka merasa bingung dan bersalah pada chacha,karena mereka tidak pernah ada di rumah untuk menemaninya.malam pun tiba tetapi chacha tetap tidak mau keluar dari dalm kamarnya.kira-kira pukul 10 malam chacha terbangun dari tidurnya,lalu untuk mengusir sedikit kesedihannya chacha menyanyikan 2 buah lagu Favoritnya sambil memetik senar gitarnya.
1.adaband feat gita gutawa
Terbaik Untukmu
Teringat masa kecilku,,kau peluk dan kau manja……
Indahnya saat i..tu.. buatku melambung,,disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu……………..
Kau ingin ku menjadi yang terbaik bagimu,patuhi perintahmu
Tahan godaan…yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya….
Ku’trus berjanji takkan hianati pintanya…
Ayah,dengarlah..betapa sesungguhnya ku mencintaimu….
Kan ku buktikan,,ku mampu penuhi maumu….
Andaikan detik itu kan bergulir kembali,,ku renungkan suasana,basuh
Basuh jiwaku…,membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati……………
Lalu ia menyanyikan lagu berjudul Bunda dari Melly goeslaw
“Ku buka album biru…. Penuh debu dan using…………
Ku pandangi semua gambar diri kecil bersih belum ternoda….
Pikirku pun melayang…dahulu penuh kasih….hi teringat
Semua cerita orang…tentang riwayatku…..
Ka..ta.mereka diriku slalu di manja….
Ka..ta.mereka diriku slalu di timang….
Nada-nada yang indah…slalu terurai darinya…
Tangisan nakal dari bibirku…takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci…tlah mengangkat tubuh ini,,
Jiwa raga dan seluruh hidup..rela dia berikan
Ka..ta mereka diriku.. slalu di manja
Ka..ta mereka diriku.. slalu di timang
O..Oh bunda ada dan tiada dirimu…
‘kan slalu ada di dalam hatiku………….
Tak lama kemudian air matapun menetes dari mata chacha,lalu dia memandangi sebuah foto yang sudah mulai using.kira-kira foto 5 tahun yang lalu yang di beri bingkai foto.foto bahagia di taman safari,bersama ayah dan ibunya.tetesan air mata itu pun berubah menjadi tangisan ketika dia melihat potret 3 orang remaja bersahabat yang tak lain adalah dirinya bersama zaskia dan veina.lalu………………
“Zas,kenapa kamu pergi ninggalin aku?kenapa………….?”
Air matapun sudah tak terbendung lagi.dan ternyata di saat bersamaan ibu Sylvia mendengarkan semua yang di lakukan chacha,,kemudian ibu Sylvia memutuskan untuk menemui buah hatinya itu..
“Cha,,kamu kenapa nak?” Tanya ibu Sylvia sambil mengetuk pintu kamar chacha…
Sejenak rumah pun menjadi sepi karena chacha menghentikan tangisnya dan ibu Sylvia masih di luar menunggu jawaban dari anaknya itu…..
“Cha,kamu baik-baik aja kan?” Tanya ibu Sylvia lagi
“Mama pergi aja…!” bentak chacha dengan tersedu-sedu
“Sayang,,kamu cerita dong sama mama?” bujuk ibu Sylvia
“Udah chacha bilang kan,,mama pergi aja!percuma mama disini,mama urusin aja kantor mama!” teriak chacha dari dalam kamarnya
“Cha…? Panggil ibu Sylvia
“Pergiiiiiiiiiiiiiiii!!” teriak chacha lagi
Akhirnya ibu Sylvia menyerah dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya
Keesokan paginya
“Sarapan dulu,cha?” sapa ibu Sylvia sambil tersenyum
“Gak laper!” jawab chacha singkat
“Chacha…?” tukas pak peter
“Tumben papa dan mama ada di rumah?biasanya kan sibuk di kantor!” balas chacha sinis
“Cha,papa dan mama pengen nemenin kamu,,emm 3 minggu lagi kamu liburan kan?” jawab ibu Sylvia
“apa..?Nemenin?gak salah denger kan?ya udah deh terserah aja,chacha mau berangkat!”assalamualaikum”!!! balas chacha sambil meninggalkan ruang makan
“wa’alaikum salam” balas papa dan mamanya
“Cha………!” pak peter memanggil anaknya
Chacha pun menghentikan langkahnya
“Apa lagi sich?” jawab chacha kesal
“Mau papa antar?” ajak pak peter
“gak usah!chacha kan bukan anak tk yang masih di anter-anter,lagi pula chacha kan punya sepeda!
Chacha pun melanjutkan langkahnya kembali menuju ke garasi untuk mengambil sepedanya.chacha keluar dari garasi dan security pun membukakan pintu gerbang.chacha pun langsung melesat,mengayuh sepedanya dengan cepat,al hasil dalam sekejap saja dia menghilang dari pandangan security rumahnya dan sudah tiba di jalan utama.banyak lalu lalang kendaraan di sana,maklum lah akhir pekan.
“Huh,,slalu saja begini,macet lagi-macet lagi!” desah chacha
Lampu lalu lintas pun berubah menjadi warna merah,itu artinya chacha harus menghentikan laju sepedanya di samping mobil Honda jazz berwarna pink.chacha masih dengan sabar menunggu sedangkan dari kaca mobil itu muncullah kepala seorang gadis memanggil-manggil chacha.
“Hai,chacha….” Sapanya
Chacha pun clingak clinguk kanan,kiri,depan,belakang,ternyata yang menyapanya itu adalah tere yang tak lain adalah temannya
“Tere!!!tumben-tumbenan ke sekolah pake mobil?pantesan aja tadi aku tungguin gak ada!!” sahut chacha
“Sorry,cha!soalnya aku di beliin mobil baru ama bonyok,so aku gak usah panas-panasan lagi naik sepeda deh…!” tere menjelaskan dengan bangganya
“Syukur deh,aku turut berbahagia!” balas chacha biasa saja
Tak terasa lampu stoppan pun berubah hijau
“Re,aku duluan yach!” teriak chacha sambil melaju meninggalkan mobil pink itu
“Chacha……………!” teriak tere yang merasa di acuhkan
Tapi teriakan itu tak di hiraukan oleh chacha.dia tak memperlambat laju sepedanya sedikitpun.tere pun menyuruh sopirnya untuk mengendarai mobilnya dengan cepat.
Akhirnya chacha pun tiba di sekolah,dia menuju ke parkiran untuk memarkir sepedanya.di saat yang bersamaan juga mobil Honda jazz milik tere tiba di parkiran.lalu tere pun beranjak turun dari mobil barunya itu dan mendekati chacha.
“Chacha……….!!” Teriak tere sambil menepuk pundak chacha
“Apaan sich loe,Re??” balas chacha dengan penuh rasa heran
“Ikh,chacha… kok gak kaget sich?”
“oh,jadi maksud kamu tadi itu mau ngagetin aku?” Tanya chacha
“yaiyalah… masa yaiyadonk….”
Chacha tak menghiraukan perkataan tere itu,tere pun menjadi cemberut karena sejak kemarin sikap chacha jadi dingin pada semua orang.akhirnya mereka pun berjalan di koridor sekolah untuk menuju ke kelas IIIA,tapi di tengah perjalan itu,lagi-lagi Ferry dating menghampiri dan menggoda chacha.
“Chacha…,abis nangis yach?” godanya sambil cengengesan
Chacha tak mengeluarkan kata-kata apapun tapi malah tere yang sibuk pengen ngobrol sama Ferry
“Hai,Ferr…?kantin yuuk….? Sapa tere
“Idiiiih…,,Ogah gua bareng ama loe…!” balas Ferry
“Ferry!!!emangnya apa sich yang kurang dari aku….?” Sergah tere
“Gak ada sich…!tapi gua gak suka ama loe aja…!”
“Re,udah dech mendingan kamu cari cowok yang lebih perfect dari dia…ngapain ngurusin cowok aneh kaya dia…!” sambung chacha
“Tapi,cha…..” rengek tere
“Susah ya loe di bilangin,,lagian hari gini masih aja mikirin cinta…!anak masih bau kencur kaya kita tuh gak pantes mikir-mikir soal cinta,,yangtudah pada berpengalaman aja bisa salah cari pendamping hidupnya!!!udahlah,pergi aja yuuk!?” ajak chacha pada tere
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan ferry yang masih bingung mencari makna dari kata-kata chacha itu.dan ketika chacha melewati koridor kelas IIIB chacha berhenti sejenak dan memandang tempat duduk tepat di depan meja guru.Perasaan galau dan sedih menyelimuti hatinya.karna biasanya setiap pagi selalu ada gadis yang menduduki kursi itu dengan melempar sebuah senyuman manis kepada setiap orang yang lewat,tanpa pernah menghapus senyuman itu walau hatinya sedang terluka,,dan… gadis itu tidak lain adalah Zaskia.Sahabat baiknya yang paling mengerti perasaannya,,tapi kini dia telah tiada dan berada nan jauh di sana,di langit yang tinggi,di alam yang berbeda.Tak terasa airmatapun menetes dari pelupuk mata chacha dan jatuh di pipinya.Tapi tak lama kemudian tere membuyarkan lamunan chacha beserta kegalauan hati yang menyelimutinya itu.Chacha pun menghapus air matanya dan meneruskan langkahnya menuju kelas IIIA.Setibanya di sana Veina sudah menunggu di tempat duduknya sembari melempar senyumannya.
“Pagi,cha….?” Sapa veina dengan ramahnya
“Pagi juga,pey!” balasnya
“Kamu baik-baik aja kan?” Tanya Veina
“Keliatannya….?”
“Cha,kemaren papa dan mama kamu telpon pepey,kedengerannya mereka khawatir banget deh sama kamu…!”
“Gak mungkin banget pey mereka khawatir sama aku…”
“Cha,bagaimanapun mereka itu orangtua kamu,cha…setiap orangtua itu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya!” Veina mencoba menasehati
“Ya,sich… tapi kayaknya orangtua aku gak gitu deh…!!!
“Cha,percaya deh,,mereka itu sayang sama kamu…!!!”
“Veina,,kalo mereka emang sayang sama aku,kenapa baru sekarang?kenapa gak dari dulu aja…?kemana aja coba mereka?” Tanya chacha
Chacha memandang sahabatnya itu dengan tatapan tajam
“Mungkin mereka fikir kamu akan bahagia kalo semua kebutuhan kamu terpenuhi,cha!dan mereka lupa kalo kamu juga gak Cuma butuh uang,tapi juga butuh kasih sayang dan mungkin mereka baru menyadarinya,cha!” balas veina dengan penuh kesabaran menghadapi chacha
Chacha pun tersenyum tapi dengan senyuman yang di paksakan
“Kamu bercanda ya,pey?udahlah aku cape bahas soal ini!aku…
Sebelum chacha menyelesaikan perkataannya tiba-tiba bel pun di bunyikan anak-anak pun masuk ke kelas di susul dengan ibu shifa guru matematika mereka yang masih muda,cantik,penyayang,penyabar dan baik hati itu.
“Pey,kita lanjutin nanti aja!” kata chacha sambil berbisik
Veina pun mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Ibu shifa pun memulai pelajaran pagi itu,pelajaran di bab terakhir dan pertemuan terakhir,karena minggu depan mereka akan menghadapi UN,tapi sepertinya hari ini tak ada satu penjelasan pun yang masuk ke dalam pikiran chacha.Karena dari tadi chacha hanya melamun,dengan pandangan lurus ke depan dan tatapan kosong,ia teringat kata-kata veina tadi.Di dalam hatinya bertanya-tanya.”benarkah mereka menyayangiku?”.chacha merasa resah tak menentu,hatinya terus bertanya-tanya tanpa henti
WEB KOMIK
KONTES
KONTES
Sekarang Web Komik buatanmu dapat
diterbitkan di Webkomik Kontes!
Webkomik Kontes terbuka bagi
yang ingin menerbitkan Web Komik sendiri!
diterbitkan di Webkomik Kontes!
Webkomik Kontes terbuka bagi
yang ingin menerbitkan Web Komik sendiri!











Post a Comment